Jumat, 21 Desember 2007

Lari kemana lagi kamu,sayang?


Anak lari kesana kemari?Itu biasa. Tapi dengan berkembangnya tehnologi dan Ilmu Pengetahuan, Anak dengan tenaga tak terbatas kerap disamakan dengan ADHD.

Agar hiperaktif tidak selalu disamakan dengan ADHD,ada baiknya sedikit kita ulas tentang ADHD.

ADHD atau Atention Deficit Hyperactivity Disorder adalah kondisi dimana seorang anak sulit memusatkan konsentrasinya dalam melakukan sesuatu. anak menjadi sulit berkonsentrasi, hiperaktif dan meledak-ledak.

Sebenarnya gejala dan penanggulangan ADHD sering dibahas dimana-mana.
Misalnya:

1. Anak yang hiperaktif dan tidak kenal lelah,dan selalu bergerak.Selalu bermain dengan apapun yang dilihatnya.

2. Anak sering menjawab sesuatu sebelum mendengar pertanyaan selesai, mereka cendrung berpikir sesudah bertindak.

Tetapi tidak semua anak hiperaktif itu ADHD. Karena ada ciri spesifik dari ADHD yang bisa diamati,misalnya:

Anak bergerak terus,dan cendrung destruktif. Ia bisa menghancurkan,memecah dan merusak barang. Mungkin tidak seperti daya merusak orang dewasa,tetapi anak yang tidak diam dalam kondisi ADHD memang sulit sekali dikendalikan.

Sementara anak normal masih bisa dicegah,masih mau mendengar saat dipanggil untuk duduk sebentar dan berkomunikasi dengan orangtua,guru dan teman. Meski anak balita dan batita serta anak hingga usia 4 tahun cendrung superaktif, tetapi aktifitas mereka masih terkontrol dan masih mampu menahan relfek motorik.Penggunaan kata hiperaktif sengaja saya ganti dengan superaktif.Karena kata 'hyper' akan dengan mudah diasosiasikan dengan kelainan.

Anak hiperaktif dalam konotasi ADHD tidaklah menakutkan.Dengan berjalannya waktu maka saraf anak akan matang dan pemusatan perhatian akan lebih nyata.Dan satu lagi,anak dengan ADHD malahan bisa memiliki IQ yang tinggi!

Lantas,kembali kepada topik semula,apa yang harus dilakukan kalau sikecil lari dan lari dan lari lagi?Saya memiliki beberapa trik yang saya lakukan pada si kecil saya yang super aktif.

1. Sediakan kertas dan alat gambar.Meski mereka masih berusia 2-4 tahun, mereka perlu menyalurkan aktifitas kedalam bentuk yang lebih bermanfaat. Biarkan mereka menggambar dengan semangat,meski kemudian mereka akan lari lagi.

2. Biarkan anak membantu mengaduk atau menggilas adonan kue saat kita membuat kue. Anak akan letih dan mendapat pengalaman baru dalam menyalurkan bakat 'maratonnya'

3.Sedang tidak mood membuat kue?Oke.Kita bermain peran.Anda jadi dalang,si kecil jadi wayang. Ajari dia bagaimana menjadi macan,menjadi kelinci,monyet,dan binatang-binatang lain yang mudah ditemukan gambarnya di TV dan majalah. Dengan bermain peran anak dapat mengerti bagaimana karakter binatang yang akan kelak dipelajarinya di sekolah.

4. Menyanyi. Tidak ada anak yang tidak suka menyanyi,meski awalnya mereka kurang tertarik. Memecah minatnya dari berlarian menjeljah menjadi bernyanyi di depan kaca memang bukan hal mudah.Tapi bila dengan suara lantang (dan cendrung sember ) kita menyanyikan sebuah lagu diikuti gerak,maka lama kelamaan anak akan mengikuti kita melakukannya.

5.Perang bantal..Ini seru sekali dilakukan!

Memiliki anak yang superaktif kadang menyenangkan.Mereka cepat menangkap semua yang diajarkan karena mereka cendrung ingin tahu banyak hal.Daripada anak kita diam dan tak bertenaga,lebih baik aktif dan sehat 'kan?

Mungkin beberapa Ibu di pintunet dapat menambah ulasan yang kurang spesifik ini?Silahkan mengulas lebih dalam lagi...Eksplorasi adalah aktifitas anak.Kenali dulu gejala superaktif nya,sebelum Anda mendiagnosa si kecil dengan penyakit yang sebenarnya hanya butuh sebuah bantal dan tempat tidur untuk berperang..Selamat mencoba!



Nilai yang diberikan (Nilai Overall)

Tidak ada komentar: